Mengenal Lantai Parket Laminate, Mulai Spesifikasi Hingga Lapisannya

Posted on

Secara umum, lantai parket laminasi berasal dari kayu tipis yang ditumpuk berlapis-lapis. Kemudian, lapisan kayu disatukan menggunakan lem, seperti triplek. Khusus lapisan yang paling atas atau luar, biasanya terdapat veneer sesuai dengan spesifikasi material.

Lantai Parket Laminate
hargalantaikayu.net

Pengertian, Spesifikasi dan Lapisan Lantai Parket Laminate

Pada dasarnya, lantai laminate banyak diadopsi untuk mendukung konstruksi hunian minimalis. Aplikasi lantai ini mampu menciptakan kesan hunian yang mewah, namun tetap hangat. Ketersediaan kayu yang melimpah dan aspek perawatan minim menjadikan lantai laminate sebagai pilihan ideal bagi penghuni modern. 

Mengenal Lantai Laminate

Lantai laminate merupakan elemen dekorasi yang merujuk pada jenis lantai dari tumpukan bahan berlapis, seperti kayu lapis atau lantai vinyl. Bahan utama dalam pembuatan lantai ini adalah High Density Fibreboard atau HDF. Material lantai terbuat dari serbuk kayu yang dipadatkan hingga membentuk lapisan menyerupai kayu utuh. 

Saat diaplikasikan, lantai laminate menawarkan beberapa daya tarik istimewa. Salah satunya adalah aspek kemiripan permukaan lantai dengan kayu asli. Selain itu, material ini dibandrol dengan harga yang lebih terjangkau daripada lantai kayu sejati. Lantai laminate juga terkenal memiliki keawetan tinggi, ketahanan warna yang baik serta ketersediaan berbagai motif dan desain menarik. 

Sebagai informasi, proses pemasangan lantai parket laminate relatif mudah dan cepat. Hal ini menjadikannya sebagai pilihan terbaik untuk rumah-rumah dan bangunan komersial. 

Proses pemasangan lantai tidak membutuhkan paku, lem atau perekat tambahan. Idealnya, lantai ini bisa dipasang dengan cara mengunci setiap lidah di area sampingnya. Dengan demikian, penghuni bisa memasang lantai laminate sendiri, tanpa bantuan tukang sekalipun. 

Spesifikasi Lantai Laminate

Lantai laminate terbuat dari serbuk kayu dengan campuran resin yang memiliki ketebalan 8 mm hingga 12 mm dan panjang sekitar 1.28 m hingga 1.3 m. Lantai ini memiliki sistem di bagian kanan dan kirinya, sehingga proses pemasangannya jauh lebih mudah. 

Sebenarnya, bahan untuk lantai laminate terbentuk dari serbuk kayu dengan cara press atau HDF. Permukaan lantai ini dilaminasi dengan bahan sejenis plastik bermotif kayu. 

Kemudian, HPL kertas tebal dengan tekstur dan motif kayu direkatkan pada kayu olahan, seperti particle board, MDF atau blockboard. Produksi HPL pada kayu ini melibatkan perekatan melalui tekanan dan suhu panas tinggi. 

Lapisan Lantai Laminate

Setidaknya, lantai laminate terdiri dari 4 lapisan dasar. Berikut lapisan yang tersedia di masing-masing material. 

  • Lapisan dasar: Menggunakan lapisan pelindung berbahan melamin untuk melindungi kayu dari kelembaban. 
  • Lapisan kedua: Menggunakan bahan utma High Density Fiber (HDF)
  • Lapisan ketiga: Terdapat material dekoratif motif kayu agar mirip seperti kayu alami. 
  • Lapisan keempat: Menggunakan lapisan film transparan sebagai pelindung anti gores dan anti air. 

Tampilan Visual Lantai Laminate vs Vinyl

Pada dasarnya, setiap jenis lantai memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Oleh karena itu, pengguna dituntut untuk bisa memilih lebih banyak dalam memilih jenis lantai agar fungsi dan tampilannya maksimal. Sebagai pembanding, konsumen dapat membedakan tampilan visual dari lantai parket laminasi vs vinyl. 

Lantai laminasi memiliki tampilan visual yang cantik dan terlihat asli pada permukaannya. Hal ini berkat spesifikasinya yang menggunakan emboss 3D. Daya visual tarik yang ditampilkan mirip seperti kayu, keramik hingga batu alam. Sementara itu, lantai vinyl memiliki tampilan visual yang realistis. Permukaan lantai vinyl tengah lebih tebal dan kuat, sehingga menyerupai kayu asli. Selain itu, embossing tebal yang diterapkan juga semakin mendukung kesamaannya. 

Melansir dari video di kanal Youtube FAKE ARCHITECT , ada tiga seri lantai laminasi yang tersedia di pasaran. Seri tertinggi pada jenis kayu ini adalah papan modern. Saat diaplikasikan, papan modern mendekati kayu asli baik dari segi tekstur, warna maupun rasa ketika dipijak. Produk juga memiliki perlindungan sinar UV yang tahan terhadap perubahan warna. Selain itu, papan modern juga tahan air selama 24 jam jika terkena banjir. Setelah diuji ketahanannya, lantai tetap aman dari api, noda maupun goresan. Klik sambungan di lantai juga sangat kuat. 

Bagaimana, sudah cukup jelas bukan? Sebagai catatan, lantai parket laminasi bisa menjadi pilihan terbaik bagi penghuni yang menginginkan perawatan minimal. Sebab, lantai cukup dibersihkan dengan menyapu area kotor atau menggunakan penyedot debu untuk menghilangkan partikel-partikel kecil yang tertinggal. /Siti