Berbagai tren interior desain sering berubah, tetapi ada beberapa yang tetap disukai sepanjang waktu. Salah satunya adalah lantai herringbone. Meskipun desain ini berasal dari masa lampau, pola uniknya justru semakin populer di banyak rumah modern. Selain terlihat stylish, lantai ini juga memberi kesan mewah dan elegan.

Apa Itu Pola Lantai Herringbone?
Ubin herringbone adalah pola lantai klasik yang tersusun dari ubin atau papan berbentuk persegi panjang yang disusun serong membentuk garis zigzag. Saat dilihat, bentuknya menyerupai huruf V yang saling mengunci, mirip tulang ikan herring.
Setiap ujung papan dalam pola ini dipotong lurus dengan sudut 90 derajat. Sehingga menghasilkan tampilan yang seperti saling bertaut. Pola ini sering dianggap mirip chevron, tetapi perbedaannya terletak pada sudutnya. Chevron memakai potongan miring (biasanya 45 derajat), menghasilkan garis V yang lurus dan tajam.
Hal menarik dari herringbone adalah efek visualnya. Pola yang saling bersilangan dapat membuat ruangan terasa lebih luas atau panjang karena mata mengikuti arah susunannya.
Mengapa Pola Ini Tetap Populer
Desainnya sudah ditemukan sejak zaman Mesir Kuno dan terus berkembang di era Renaissance Eropa. Salah satu contoh terkenal ada di Istana Versailles. Bahkan, pada masa Romawi kuno, pola ini digunakan untuk membangun jalan karena susunannya yang kuat.
Keindahannya terletak pada bentuk simetris yang terlihat rapi dan elegan. Meskipun terkesan klasik, pola ini tetap cocok untuk gaya rumah modern yang bersih dan minimalis. Kombinasi antara fleksibilitas dan nilai estetik membuat herringbone selalu digemari.
Keunggulan Memilih Lantai Herringbone
Memasang lantai dengan pola ini menghadirkan kesan mewah dan punya nilai seni tinggi. Beberapa kelebihannya antara lain:
- Pola zigzag memberi karakter pada ruangan dan langsung menarik perhatian.
- Alur pola dapat memperpanjang arah pandangan sehingga cocok untuk ruangan kecil.
- Cocok dengan berbagai konsep interior, seperti industrial, rustic, atau Skandinavia.
Herringbone bisa dibuat dari berbagai bahan, seperti:
- Parket kayu solid (misalnya jati atau merbau) untuk nuansa hangat dan natural.
- Keramik atau granit motif kayu yang kuat, tahan air, dan mudah dirawat.
- Vinyl atau SPC sebagai opsi ekonomis dengan tampilan tetap premium.
Perbedaan Antara Pola Lantai Herringbone dan Chevron
Pola lantai memberikan karakter kuat terhadap suasana ruangan dan dua pola yang paling sering dibandingkan adalah Herringbone dan Chevron. Herringbone tersusun dari papan persegi panjang yang disusun saling tegak lurus dan membentuk pola zig-zag. Pola ini lebih mudah dipasang serta lebih murah.
Sementara itu, Chevron menggunakan papan dengan ujung miring sehingga membentuk pola huruf V yang simetris, menghasilkan tampilan modern, rapi, dan berkesan lebih mewah.
Dari segi penggunaan dan perawatan, Herringbone cenderung lebih fleksibel dan lebih mudah dirawat. Chevron menawarkan kesan visual lebih tegas dan cocok untuk ruangan bergaya kontemporer. Tetapi pemasangannya lebih rumit dan biasanya membutuhkan biaya lebih tinggi.
Hal yang Perlu Dipikirkan Sebelum Memasang
Berdasarkan pengalaman @bandq yang dibagikan di YouTube channelnya, proses pemasangan membutuhkan keahlian khusus. Prosesnya dimulai dari persiapan lantai, pemasangan alas, hingga menentukan titik tengah ruangan agar pola tetap simetris. Sepanjang proses, berbagai alat digunakan untuk memastikan setiap potongan kayu terpasang rapi, termasuk di area sudut, pintu, dan pipa. Dengan begitu, hasil akhirnya rapi serta terlihat mewah.
Lantai herringbone bukan sekadar dekorasi lantai. Di balik tampilannya yang artistik, pola ini memberikan kesan ruang yang lebih luas dan mewah. Ketika mempertimbangkan semua kelebihan dan teknisnya, pola ini menjadi pilihan menarik. /Fitri



